Langsung ke konten utama

KPK Tahan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin

 


Medandailynews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin pada Sabtu (25/9/2021) dini hari.

Azis ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pemberian hadiah atau janji terkait penanganan perkara yang ditangani oleh KPK di Kabupaten Lampung Tengah. 

“Tim penyidik melakukan penahanan kepada tersangka selama 20 hari pertama terhitung mulai tanggal 24 September 2021 sampai dengan 13 Oktober 2021 di Rutan Polres Metro Jakarta Selatan,” ujar Ketua KPK Firli Bahuri dalam konfernsi pers di Gedung Merah Putih KPK, Sabtu.

Firli menjelaskan, dalam kasus ini, Azis menghubungi penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju, pada Agustus 2020. Tujuannya, untuk meminta tolong "mengurus" kasus yang menyeret namanya dan kader Partai Golkar lainnya yaitu Aliza Gunado.

Kasus tersebut saat itu sedang diselidiki KPK.

Untuk diketahui, Stepanus Robin kini sudah diberhentikan KPK setelah berstatus tersangka dugaan korupsi penanganan perkara. 

Selanjutnya, Stepanus Robin mengubungi Maskur Husain seorang pengacara untuk mengurus dan mengawal kasus tersebut.

Totojitu

Setelah itu, Maskur Husain menyampaikan kepada Azis dan Aliza untuk masing-masing menyiapkan sejumlah uang Rp 2 miliar.

Stepanus Robin juga menyampaikan langsung terkait permintaan sejumlah uang tersebut yang kemudian disetujui Azis.

Uang lantas ditransfer Azis ke rekening Maskur secara bertahap.

Firli melanjutkan, masih di bulan Agustus 2020, Stepanus Robin juga diduga datang menemui Azis di rumah dinasnya di Jakarta Selatan untuk kembali menerima uang, kali ini tunai. Uang diberikan secara bertahap.

Yaitu sebanyak 100.000 Dollar AS atau Rp 1,42 miliar, 17.600 Dollar Singapura (Rp 185 juta) dan 140.500 Dollar Singapura (Rp 1,48 miliar).

“Uang-uang dalam bentuk mata uang asing tersebut kemudian ditukarkan oleh SRP dan MH ke money changer untuk menjadi mata uang rupiah dengan menggunakan identitas pihak lain,” kata Firli.

 “Sebagaimana komitmen awal pemberian uang dari AZ kepada SRP dan MH sebesar Rp 4 Miliar, yang telah direalisasikan baru sejumlah Rp 3,1 Miliar,” ucap dia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

WAHANA99: Situs Slot Terpercaya Banyak Bonus

  WAHANA99: Situs Slot Terpercaya Banyak Bonus Situs Judi Slot wahana99 merupakan situs judi online yang menyediakan permainan game slot deposit pulsa tanpa potongan di Indonesia. Anak muda yang semula lebih passion dalam game online mulai melirik game judi jackpot slot. Fasilitas yang digunakan sama sekali tidak butuh keahlian khusus. Judi slot online juga menarik perhatian para pengguna internet terutama untuk para pecinta game karena transaksi dapat dilakukan secara online. Tetapi untuk mendapatkan slot deposit pulsa murah tanpa potongan, para calon member harus memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku jika ingin menikmati manisnya jackpot besar dari situs slot online deposit tanpa potongan gampang menang. Syarat yang harus dipenuhi adalah promo slot deposit pulsa tanpa potongan ini hanya berlaku untuk member yang baru join dan melakukan minimal deposit sebesar Rp. 100.000. Dengan syarat dan ketentuan yang tidak ribet itu anda dapat langsung siap untuk menikmati kumpulan daftar sl

53 Anggota Polisi di Sumut Dipecat Sampai Memohon Tangis

  Medandailynews - Sebanyak 53 personel kepolisian yang bertugas di jajaran Polda Sumatera Utara dipecat. Pemecatan dilakukan karena personel melakukan pelanggaran berat dan kebanyakan terlibat kasus narkoba. Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin menegaskan tidak akan menolerir personel yang terlibat kasus narkoba. "Selama 2020, anggota kami yang melakukan penyimpangan, melakukan tindak kejahatan sudah kami putuskan dengan pemberhentian dengan tidak hormat sebanyak 53 personel dalam semua pangkat dan jabatan," kata Irjen Martuani Sormin di Mako Brimob Sumut, Rabu (30/12/2020). Dikatakannya, pelanggaran terbesar yang dilakukan puluhan personel tersebut yakni penyalahgunaan narkotika. Ia menegaskan tidak pernah menolerir personel polisi yang terlibat dalam penyalahgunaan narkotika. "Jadi, kalau saudara minta tolong menangis-nangis ke saya, tidak pernah saya ampuni, tidak pernah saya maafkan." "Cukup satu kata, disposisi saya kepada Kabid Propam cuma satu, lang

Ketahuan! Kece Ternyata Seorang Pendeta

  Medandailynews.com - Pria yang memiliki nama asli Muhamad Kasman itu diciduk saat bersembunyi di kawasan Desa Bulang, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali. Melalui proses hukum tersebut, sejumlah fakta terkait Kece terungkap. Salah satunya tentang  agama Muhammad Kece  yang dianut. Kuasa hukum Kece, Sandi mengatakan, bahwa kliennya tersebut resmi menganut agama Kristen pada 2001 lalu. Bahkan, Kece juga berperan sebagai  pendeta  yang menyebarkan keyakinannya. Terkait agama Kece juga diperkuat dengan ditemukannya bukti satu kartu keanggotaan Gereja Bethel Indonesia (GBI) atas nama Muhamad Kasman yang merupakan nama aslinya.